Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara yang umum digunakan untuk mengetahui status gizi dan menentukan apakah berat badan seseorang berada dalam kategori ideal. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi IMT adalah tingkat stres. Mahasiswa yang menempuh pendidikan pada fakultas kedokteran cenderung mengalami stres lebih tinggi dari pada mahasiswa dari fakultas lain, disebabkan oleh berbagai tekanan akademik seperti tinggal jauh dari keluarga, kendala finansial, beban tugas yang menumpuk, serta manajemen waktu yang kurang efektif. Stres dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, sehingga dapat menyebabkan perubahan pola makan dan berdampak pada perubahan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan IMT pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Angkatan 2021-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 211 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan serta kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan IMT (p = 0,024) pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Angkatan 2021-2023.
Copyrights © 2026