Kejahatan seksual merupakan permasalahan multidimensi yang tidak hanya melukai korban secara fisik, psikologis, tetapi juga berakar dari kompleksitas faktor psikologis, sosial, dan kriminologis yang melatarbelakangi perilaku pelaku. Peningkatan jumlah kasus kekerasan seksual di Indonesia menunjukkan pentingnya kajian mendalam terhadap karakteristik pelaku guna mendukung strategi intervensi dan rehabilitasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil psikobehavioral pelaku kekerasan seksual berdasarkan literatur terkini, serta mengkaji faktor risiko dan pendekatan rehabilitatif yang efektif. Metode yang digunakan berupa tinjauan sistematis dengan pendekatan literature review terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015 hingga 2025, menggunakan panduan PRISMA dan penilaian kualitas studi berdasarkan STROBE. Didapatkan hasil bahwa pelaku kekerasan seksual umumnya memiliki latar belakang trauma masa kecil, gangguan kepribadian seperti antisosial, narsistik, defisit empati, distorsi kognitif, serta kecerdasan emosional yang rendah. Faktor lingkungan seperti keluarga disfungsional dan ketimpangan relasi kuasa juga menjadi pemicunya. rehabilitasi pelaku kekerasan seksual perlu menggunakan pendekatan multidisipliner, termasuk terapi perilaku kognitif (CBT), Good Lives Model, terapi psikodinamik,intervensi berbasis keluarga serta pendidikan seksual komprehensif, guna menekan kekambuhan perilaku dan mendukung reintegrasi sosial yang konstruktif.
Copyrights © 2026