Pesatnya perkembangan wilayah perkotaan sering kali tidak diimbangi dengan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dan berkurangnya ruang interaksi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan Taman Jalur Hijau Kosambi sebagai bagian dari sistem ruang terbuka hijau yang mendukung pengembangan kota berkelanjutan di Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan lima dimensi fungsi RTH, yaitu sosial, ekonomi, ekologis, estetika, dan adaptasi terhadap perubahan iklim, yang mengacu pada standar Green Flag Award dan pedoman UN-Habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman memiliki potensi ekologis dan sosial, namun belum sepenuhnya memenuhi kriteria ruang terbuka hijau berkelanjutan karena keterbatasan aksesibilitas, fasilitas inklusif, pengelolaan limbah, serta pemeliharaan jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses, perbaikan fasilitas, serta penguatan tata kelola yang partisipatif untuk mewujudkan RTH yang layak dan berkelanjutan. Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Kota Berkelanjutan, Aksesibilitas, Fungsi Sosial
Copyrights © 2025