Proses IMD merangsang pelepasan oksitosin pada ibu yang mendukung stabilisasi suhu tubuh bayi selama kontak kulit ke kulit. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh bedong Chibeb dibanding dengan bedong tradional terhadap keberhasilan IMD dan stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang. Modifikasi Prosedur Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb Untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui Dini dan Stabilisasi Suhu Tubuh Bayi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan Quast exsperimental dengan desain penelitian posttest nonequivalent control group design, Populasi adalah bayi baru lahir di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mancak Kabupaten Serang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini meggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi square. Waktu penelitian dilaksanakan periode 20 Februari–15 Maret 2025. Hasil penelitian pada bedong Chibeb sebanyak 31 dari 33 bayi berhasil dilakukan inisiasi menyusu dini, sedangkan pada bedong tradisional hanya 15 dari 33 bayi yang berhasil (p=0,001). Simpulan, Modifikasi Prosedur Inisiasi Menyusui Dini dengan Penggunaan Bedong Chibeb terhadap inisiasi menyusu dini lebih baik dari pemakaian bedong tradisional, sedangkan kedua pemakaian bedong tidak memengaruhi stabilisasi suhu tubuh bayi baru lahir dan bedong Chibeb tidak lebih baik daripada bedong tradisional.
Copyrights © 2026