Pemberian ASI eksklusif adalah intervensi kesehatan yang paling efektif untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih berada pada kisaran 49,60%. Di desa Bangun Rejo, keluhan kurangnya produksi ASI menjadi penghambat utama. Tanaman Kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa fitosterol dan protein yang berperan sebagai laktagogum alami untuk merangsang hormon prolaktin. Penelitian Quasi-Experimental dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest ini bertujuan menguji efektivitas jus kelor dan edukasi terhadap produksi ASI pada 30 ibu nifas. Intervensi dilakukan selama dua minggu melalui konsumsi jus terstruktur dan pendampingan keluarga. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan produksi ASI yang signifikan secara statistik, dengan nilai pada pre-test dan pada post-test. Kombinasi konsumsi Jus Kelor dan edukasi berbasis keluarga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal yang ekonomis merupakan strategi aplikatif untuk mendukung keberhasilan menyusui di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026