Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran maksim dalam Prinsip Kerja Sama Grice serta implikatur yang muncul dalam percakapan pada video Mak Beti episode “Yok Sholat Yok”. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap fungsi humor dan pesan moral yang dibangun melalui pelanggaran maksim tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa tuturan para tokoh dalam video yang ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Analisis dilakukan melalui tahapan penyaringan data, pemaparan data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan teori kerangka Grice. Hasil penelitian menujukkan bahwa pelanggaran maksim yang paling dominan adalah maksim kualitas, yang ditandai dengan penggunaan alasan tidak jujur yang digunakan para tokoh untuk menutupi maksud sebenarnya. Pelanggaran maksim kuantitas ditemukan pada tuturan yang memberikan informasi berlebihan. Pelanggaran maksim relevansi muncul melalui jawaban yang tidak sesuai topik, sedangkan pelanggaran maksim cara tampak pada tuturan ambigu, tidak langsung, dan bersifat hiperbolis. Setiap pelanggaran menghasilkan implikatur nonkonvensional yang memunculkan makna tersirat bedasarkan konteks. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim dalam episode ini tidak hanya berfungsi untuk membangun humor, tetapi juga menyampaikan kritik sosial mengenai perilaku masyarakat dalam konteks religius dan sosial sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik dalam konteks komunikasi digital dan menunjukkan bagaimana humor dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral dalam budaya populer.
Copyrights © 2026