Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam kolom komentar akun TikTok Anies Rasyid Baswedan serta mengkaji alternatif pengembangan bahan ajar teks anekdot berdasarkan gaya bahasa tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya ujaran sindiran dalam bentuk komentar pada media sosial, khususnya TikTok, yang mencerminkan dinamika komunikasi masyarakat digital dan berpotensi diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, simak, catat, dan analisis isi. Data berupa 52 komentar yang dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa sindiran menurut Gorys Keraf, yaitu ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan innuendo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gaya bahasa sindiran yang paling dominan digunakan adalah sinisme, disusul oleh ironi dan sarkasme. Komentar-komentar tersebut menggambarkan bentuk sindiran terhadap figur publik dengan cara yang bervariasi, mulai dari halus hingga kasar.Temuan ini kemudian dikembangkan menjadi alternatif bahan ajar teks anekdot untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase E kelas X SMA. Pengembangan didasarkan pada kriteria bahan ajar yang baik menurut Kosasih, meliputi keberadaan isi, penyajian materi, dan keterbacaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya bahasa sindiran dalam media sosial dapat dijadikan sebagai sumber yang kontekstual dan aktual dalam pembelajaran teks anekdot, sehingga mampu meningkatkan literasi kritis dan sensitivitas bahasa peserta didik terhadap dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci: gaya bahasa sindiran, TikTok, komentar media sosial, teks anekdot, bahan ajar.
Copyrights © 2026