Integrasi ekonomi melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bertujuan untuk menciptakan pasar tunggal yang dinamis; namun bagi Indonesia, integrasi ini juga menghadirkan tantangan signifikan terhadap neraca perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh MEA terhadap kinerja perdagangan luar negeri Indonesia serta mengevaluasinya dari perspektif ekonomi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi literatur, penelitian ini mengkaji data perdagangan dan dokumen kebijakan yang relevan sejak implementasi MEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca-pemberlakuan MEA, Indonesia cenderung mengalami peningkatan ketergantungan pada impor dibandingkan dengan ekspansi ekspor di kawasan regional. Dari perspektif ekonomi Islam, fenomena ini mencerminkan bahwa prinsip kemandirian ekonomi (‘izzah al-iqtishad) dan pencapaian maslahah bagi produsen domestik belum sepenuhnya terwujud. Secara ideal, perdagangan internasional dalam Islam seharusnya memperkuat posisi tawar umat dan menghindarkan terjadinya eksploitasi pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan reorientasi kebijakan perdagangan yang berlandaskan pada penguatan industri domestik agar integrasi ekonomi regional tidak sekadar menempatkan Indonesia sebagai pasar, tetapi sebagai pelaku yang dominan dan mandiri secara ekonomi.
Copyrights © 2026