Meningkatnya generasi muda tertarik budaya luar perlahan mengikis sejarah lokal. Masalah ini problematik yang perlu intervensi keberlanjutan sejarah dan budaya masa depan. Upaya tersebut dikembangkan permainan edukatif berbasis kostumisasi karakter melalui fashion batik Banten sehingga mengalami visual dan interaktif internalisasi nilai sejarah. Model ADDIE digunakan dengan kuesioner jenis angket dianalisis kuantitatif dan statistik deskriptif, sedangkan data wawancara dan dokumentasi dianalisis kualitatif. Hasil temuan bahwa sebagian besar generasi muda lebih suka gaya pakaian luar negeri seperi Korean style, western style bahkan Japanese style. Ada anggapan bahwa memakai baju batik hanya bisa dipakai untuk acara yang penting dan formal. Uji kelayakan oleh ahli menyatakan bahwa permainan ini berada pada kategori sangat layak. Hal ini karena integrasi konsep permainan dress up dengan muatan budaya lokal batik Banten untuk sarana pembelajaran sejarah yang menyenangkan dan relevan dengan minat generasi muda. Permainan ini menghadirkan media edukasi berbasis teknologi yang menjadi media pembelajaran inovatif dalam melestarikan kearifan lokal batik Banten bagi generasi sekarang.
Copyrights © 2026