Abstract: Ecocriticism is a study of the relationship between literature and the environment that questions the causes of environmental damage due to development carried out by humans. The study also reviews the perspective of literary involvement and commitment in preventing environmental damage by humans. This study aims to reveal the representation of human awareness of nature in the lyrics of Mang Koko's songs through an ecocritical approach. The objects of study include three traditional Sundanese songs, including Tanah Sunda, Cinta Nusa, and Pasundan Eksiganda, which contain local ecological and cultural values. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through literature studies and text analysis of song lyrics. The analysis was carried out using traditional ecocritical theory, which views the relationship between humans and nature within the framework of ethics, culture, and spirituality. The results of this study conclude that Mang Koko's Sundanese songs have well represented objective facts about how humans should protect the environment. All three reflect the Sundanese worldview that positions nature not as an object of exploitation, but as a life partner that must be protected and respected. Thus, Mang Koko's songs can be understood as a form of ecological awareness wrapped in traditional artistic expression, as well as being an important medium in the formation of environmental values based on local wisdom. Ekokritik merupakan telaah atas relasi antara sastra dan lingkungan hidup yang mempertanyakan sebab kerusakan alam akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia. Telaah tersebut sekaligus meninjau perspektif keterlibatan dan komitmen sastra dalam mencegah kerusakan alam oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kesadaran manusia terhadap alam dalam lirik lagu-lagu karya Mang Koko melalui pendekatan ekokritik. Objek kajian meliputi tiga lagu tradisional Sunda, diantaranya Tanah Sunda, Cinta Nusa, dan Pasundan Eksiganda, yang memiliki muatan nilai-nilai ekologis dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis teks terhadap lirik lagu. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori ekokritik tradisional, yang melihat relasi antara manusia dan alam dalam kerangka etika, budaya, dan spiritualitas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Sunda Karya Mang Koko telah merepresentasikan dengan baik fakta-fakta objektif bagaimana manusia seharusnya menjaga lingkungan. Ketiganya mencerminkan pandangan dunia Sunda yang memosisikan alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai mitra hidup yang harus dijaga dan dihormati. Dengan demikian, lagu-lagu Mang Koko dapat dipahami sebagai bentuk kesadaran ekologis yang dibungkus dalam ekspresi seni tradisional, serta menjadi media penting dalam pembentukan nilai-nilai lingkungan berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025