Ketidakseimbangan beban kerja tenaga gizi berdampak pada mutu pelayanan. Instalasi Gizi RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin menggunakan dua perhitungan yang berbeda sehingga gambaran kebutuhan beban kerja belum menyeluruh. Penelitian ini menganalisis efektivitas metode WISN dan Daily Log dalam menganalisis beban kerja di penyelenggaraan makanan dengan Time Motion Study sebagai gold standard. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif cross-sectional terhadap 45 tenaga menggunakan triangulasi data. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan ICC. WISN menunjukkan kebutuhan 51 tenaga, tiga jabatan manajerial tepat (rasio=1,0), Pengawas Pengolah Makanan berlebih (rasio=0,77), Pranata Jamuan dan Pramubakti kekurangan (rasio 1,25 dan 1,42). Daily Log menghasilkan 66 tenaga (29% lebih tinggi), seluruh kategori kekurangan. Time Motion menunjukkan kebutuhan 45 tenaga dengan pola serupa WISN. WISN tidak berbeda signifikan dengan Time Motion, Daily Log berbeda signifikan. Metode WISN lebih efektif karena menghasilkan estimasi akurat dan konsisten. Diperlukan evaluasi untuk mengatasi ketidakseimbangan beban kerja.
Copyrights © 2026