Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah(UMKM) di sektor kuliner di Indonesia mengalamipertumbuhan yang pesat, termasuk usaha Pecal Ayam. Meskipun permintaan tinggi, persaingan yang ketatmenuntut pelaku usaha mampu mengelola biayaproduksi secara efektif untuk mencapai laba optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian biaya produksi yang diterapkan pada usaha Pecal Ayam serta pengaruhnya terhadappeningkatan laba usaha. Metode penelitian yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari pemilik usaha dan tenagakerja yang terlibat langsung dalam proses produksi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi laporan keuangan sederhana. Analisisdata dilakukan secara deskriptif kualitatif dengantahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapengendalian biaya produksi pada usaha Pecal Ayam telah diterapkan, namun masih bersifat informal. Pengendalian biaya bahan baku dilakukan melaluipembelian sesuai kebutuhan harian dan pemasok tetap, sedangkan pengendalian biaya tenaga kerja dilakukandengan keterlibatan langsung pemilik. Namun, pencatatan biaya produksi per unit dan pengendalianbiaya overhead belum dilakukan secara sistematis. Lemahnya pengendalian biaya berdampak langsungpada fluktuasi laba, terutama saat harga bahan bakumeningkat atau penjualan menurun. Berdasarkan temuan tersebut, penerapan strategi pengendalian biaya produksi yang lebih sistematis, seperti pencatatan biaya per unit, penyusunananggaran biaya, dan evaluasi biaya secara berkala, dapat membantu pelaku usaha Pecal Ayam meningkatkan efisiensi operasional, menetapkan hargajual yang tepat, serta menjaga stabilitas laba. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagipengelolaan biaya produksi pada UMKM kulinertradisional.
Copyrights © 2024