Stakeholders atau pemangku kepentingan merupakan komponen penting dalam kegiatan pengelolaan wilayah dan sumberdaya pesisir. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kepentingan serta pengaruh para pemangku kepentingan dalam manajemen kolaboraif Kawasan Perairan Teluk Doreri. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, diskusi kelompok terfokus, dan kuesioner yang dilaksanakan pada Februari-Maret 2025. Sebanyak 41 informan kunci yang mewakili berbagai kelompok termasuk instansi pemerintah, komunitas lokal, akademisi, sektor swasta, dan lembaga swadaya Masyarakat dilibatkan untuk menilai tingkat kepentingan dan pengaruh mereka terhadap pengelolaan kawasan perairan Teluk Doreri. Analisis stakeholders telah memetakan posisi stakeholders, yang menunjukkan bahwa mayoritas pemangku kepentingan berada pada Kuadran II (key players), artinya kepentingan dan pengaruh yang tinggi dalam praktek-praktek manajemen kolaboratif. Di sisi lain, Kuadran I dan IV masing-masing hanya diisi oleh satu aktor yang memiliki ketimpangan antara komitmen dan kapasitas pengaruh. Sementara itu, Kuadran III mencerminkan keberadaan stakeholders dengan pengaruh rendah namun berpotensi strategis secara sosial, seperti tokoh agama, akademisi, dan kepala kampung. Pemetaan ini mengindikasikan pentingnya pemberdayaan lintas kuadran, serta perlunya strategi manajemen kolaboratif yang menjembatani kesenjangan relasi kekuasaan dan memastikan inklusivitas dalam perencanaan dan implementasi manajemen kolaboratif.
Copyrights © 2025