Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan (KPBS) menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), terutama terkait rendahnya kedisiplinan, kurangnya komunikasi internal, belum adanya SOP operasional, serta rendahnya literasi manajerial dan pencatatan produksi. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) melaksanakan program Pelatihan Pengembangan SDM Unggul menggunakan metode participatory training selama dua hari, mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, workshop penyusunan SOP, praktik lapangan, dan penyusunan rencana aksi individu. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, yang terlihat dari kenaikan nilai pre-test ke post-test sebesar 28 poin. Peserta juga berhasil menyusun SOP sederhana, meningkatkan keterampilan komunikasi, memperbaiki pemahaman manajemen kinerja, dan menunjukkan perubahan perilaku positif seperti meningkatnya kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama. Evaluasi kepuasan peserta mencapai lebih dari 88% pada seluruh kategori. Secara keseluruhan, metode participatory training terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis anggota koperasi, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong budaya kerja kolaboratif dan berkelanjutan di lingkungan KPBS.
Copyrights © 2026