Penelitian ini mengkaji komunikasi konflik dalam lembaga pendidikan Islam sebagai fenomena yang tidak hanya berfungsi secara manajerial, tetapi juga sarat dengan dimensi etika dan spiritual berbasis nilai-nilai Islam. Fokus kajian diarahkan pada peran komunikasi sebagai faktor pemicu sekaligus instrumen strategis dalam proses resolusi konflik yang melibatkan relasi antara pimpinan, pendidik, peserta didik, serta pemangku kepentingan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis teoritis terhadap literatur ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik dalam lembaga pendidikan Islam umumnya muncul akibat perbedaan persepsi, gaya komunikasi, latar belakang, dan kepentingan, yang termanifestasi dalam komunikasi interpersonal, intragroup, intergroup, hingga intraorganisasi. Integrasi prinsip resolusi konflik Islam seperti negosiasi, tabayyun, musyawarah, tahkim, dan islah dengan teori manajemen konflik modern terbukti mampu mengarahkan konflik ke arah konstruktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan berbasis nilai Islam dan penerapan prinsip komunikasi efektif REACH menjadi fondasi utama dalam membangun budaya organisasi yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam
Copyrights © 2026