Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama yang penting karena kandungan karbohidratnya sebagai sumber energi. Permintaan terhadap padi terus meningkat, terutama di kalangan petani Indonesia. Namun, produktivitasnya sering menurun akibat serangan hama, salah satunya Scirpophaga innotata atau penggerek batang padi putih. Hama ini menyebabkan kerusakan serius seperti kematian tunas utama (sundep) dan gangguan pembentukan malai beluk. Secara empiris, peningkatan 1% sundep dapat menurunkan hasil hingga 32,68 kg/1ha, sedangkan beluk 1% menyebabkan kehilangan hasil sekitar 0,9–1%. Oleh karena itu, identifikasi varietas padi tahan hama menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian ramah lingkungan.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons tiga varietas padi Ciherang, Mekongga, dan CL 284 terhadap serangan S. innotata, serta mengidentifikasi karakter fenotipik yang mendukung ketahanan alami. Penelitian dilaksanakan di Green House BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Aneka Tanaman Umbi (ex. Loka Penelitian Penyakit Tungro), Lanrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, mulai bulan Februari – Mei 2025. menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 45 unit percobaan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa imago betina Scirpophaga innotata memiliki variasi preferensi yang berbeda terhadap tiga varietas padi yang di uji yaitu ciherang, mekongga, Cl 284. Varietas Cl 284 secara konsisten menjadi pilihan utama dengan jumlah telur tertinggi baik pada uji bebas memilih inang maupun uji tidak bebas milih inang sebaliknya di susul varietas mekongga dan varietas Ciherang menunjukkan jumlah telur terendah yang mengindikasi tingkat ketahanan yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa Ciherang bukan merupakan pilihan utama sebagai tanaman inang oleh hama tersebut.
Copyrights © 2026