Dai harus memahami karakteristik mad‘ū agar dakwahnya sukses. Salah satu mad‘ū yang potensial adalah remaja. Remaja memiliki tugas perkembangan untuk menemukan identitas dirinya agar tidak sampai mengalami krisis identitas. Oleh karena itu, remaja melakukan eksplorasi hingga membuat komitmen terhadap identitas dirinya. Keluarga, teman sebaya, media sosial, agama, dan lingkungan sekolah merupakan faktor kunci dalam memengaruhi remaja dalam membentuk identitasnya. Sintesis terhadap pengaruh dari berbagai faktor tersebut membentuk karakteristik yang khas dari remaja. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana faktor keluarga, teman sebaya, media sosial, agama, dan lingkungan sekolah memengaruhi karakteristik remaja Indonesia sebagai komunikan dakwah? Tujuan kajian ini hendak mendeskripsikan karakteristik remaja yang dipengaruhi kelima faktor dalam hubungannya dengan pembentukan identitas diri yang merupakan karakteristik khas remaja. Literature review sebagai jalan untuk menjawab rumusan masalah tersebut. Studi menunjukkan bahwa remaja memiliki karakteristik khas yakni mencari identitas diri. Keluarga, teman sebaya, guru, dan kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu atau mengaburkan identitas remaja. Media sosial membuat remaja kurang kritis, mudah cemas, dan impulsif. Namun sosial media juga dapat menjadi sarana dalam menemukan identitasnya. Agama Islam dapat membantu remaja dalam menemukan identitas dan menjadi alternatif identitas bagi remaja.
Copyrights © 2026