Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis seumur hidup menghadapi perubahan gaya hidup signifikan, seperti pembatasan cairan dan aktivitas. Situasi ini dapat memicu peningkatan stres yang berdampak pada psychological well being pasien. Penelitian ini tertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan psychological well being pada pasien Gagal ginjal kronik di Ruang Dialisis RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan total 85 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan Psychological Well Being Scale (PWBS). Hasil analisis data menunjukkan sebanyak 69,4% responden memiliki tingkat stres sedang dan 69,4% memiliki psychological well being tinggi. Uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai ρ value = 0,001 dan r = -0,361, yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan antara tingkat stres dan psychological well being. Semakin rendah tingkat stres, maka psychological well being pasien cenderung lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan manajemen stres yang tepat untuk menjaga kestabilan psychological well being pasien.
Copyrights © 2025