Stunting masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Di Kabupaten Gianyar, termasuk Desa Kemenuh, balita berisiko stunting masih ditemukan, sementara frekuensi kunjungan Tim Pendamping Keluarga (TPK) belum konsisten sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas edukasi kepada ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam pengasuhan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kuantitatif intensitas pendampingan TPK sebagai faktor determinan pengetahuan ibu, yang sebelumnya lebih banyak dievaluasi dari sisi cakupan program. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan frekuensi pendampingan TPK dengan tingkat pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting. Studi dilakukan pada Oktober 2025 di lima posyandu dengan total sampel 121 ibu balita melalui total sampling. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil menunjukkan 58,7% ibu memiliki pengetahuan baik dan 41,3% kurang. Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi pendampingan dan pengetahuan (p-value = 0,005; OR = 2,96; 95% CI: 1,381–6,366); ibu yang mendapat pendampingan lebih dari satu kali per bulan berpeluang hampir tiga kali memiliki pengetahuan baik. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan intensitas pendampingan sebagai strategi edukatif pencegahan stunting.
Copyrights © 2026