Pertanian bawang merah merupakan mata pencaharian utama masyarakat di Kabupaten Bima dan melibatkan berbagai aktivitas yang menuntut ketepatan perhitungan dalam praktik sehari-hari petani. Namun, praktik matematis tersebut belum banyak dikaji sebagai sumber matematika kontekstual berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses matematisasi dalam aktivitas budidaya bawang merah pada masyarakat petani di Kabupaten Bima. Matematisasi dipahami sebagai proses mengubah situasi nyata ke dalam bentuk matematika, baik melalui matematisasi horizontal (menghitung, mengukur, memperkirakan) maupun vertikal (menyusun pola dan strategi kerja yang lebih sistematis). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi. Subjek penelitian adalah petani bawang merah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan petani melakukan perhitungan kebutuhan bibit berdasarkan luas lahan, penentuan jarak dan kedalaman tanam, pengukuran lebar serta kedalaman parit, estimasi tenaga kerja dan biaya upah, serta teknik pemotongan bibit berdasarkan lama penyimpanan dan musim tanam. Temuan ini menegaskan bahwa matematisasi berkembang dari pengalaman dan pengetahuan lokal petani. Penelitian ini berkontribusi memetakan praktik etnomatematika bawang merah sebagai konteks pembelajaran matematika kontekstual di sekolah.
Copyrights © 2025