Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis, salah satunya depresi yang dipengaruhi karakteristik individu dan mekanisme koping. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik pasien dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 68 pasien CKD stadium 3–5 di RS Harapan Bunda Jakarta Timur menggunakan purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, Brief COPE Inventory, dan Beck Depression Inventory-II. Analisis datamenggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (50%), perempuan (58,8%), berpendidikan menengah (55,9%), dan menderita CKD 1–5 tahun (48,5%). Mekanisme koping terbanyak kategori cukup (42,6%), sedangkan depresi terbanyak tingkat sedang (51,5%). Terdapat hubungan signifikan usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan penting dalam menentukan tingkat depresi, di mana koping adaptif cenderung menurunkan depresi, sedangkankoping kurang meningkatkan risiko depresi berat. Implikasi: Deteksi dini, edukasi, konseling psikologis, dan penguatan koping adaptif perlu diintegrasikan untuk mengurangi depresi serta meningkatkan kualitas hidup pasien CKD.
Copyrights © 2026