Penerapan Kurikulum Merdeka mendorong perubahan menuju pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, sehingga dibutuhkan pendekatan yang mendorong pemahaman mendalam, bukan sekadar menghafal. Pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dianggap relevan karena menekankan pemikiran kritis, refleksi, dan proses pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi, strategi penerapan, dan implikasi Deep Learning dalam Pendidikan Manajemen Perkantoran pada Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis sumber ilmiah terbitan 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning sejalan dengan prinsip pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan. Penerapannya melalui Project-Based Learning, Problem-Based Learning, dan penilaian autentik mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital. Selain itu, penggunaan teknologi pembelajaran seperti LMS dan platform berbasis AI meningkatkan efektivitas dan personalisasi pembelajaran. Namun, tantangan masih muncul seperti kesiapan pendidik, keterbatasan sarana, serta beban penilaian yang lebih tinggi. Kesimpulannya, pendekatan Deep Learning berkontribusi positif dalam meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran vokasi sesuai tuntutan dunia kerja.
Copyrights © 2026