Maraknya konten math challenge di TikTok menyajikan persoalan matematika sederhana yang memicu respons cepat namun rentan terhadap kekeliruan konsep secara kolektif di kalangan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis miskonsepsi matematika yang muncul pada konten viral math challenge di TikTok pada materi operasi hitung pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa video TikTok yang memuat materi operasi pecahan dengan jumlah penayangan minimal 10.000 kali, like 1.000, dan komentar 100. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital dan dokumentasi dengan penelusuran menggunakan tagar #MathChallenge dan #TanyaJawabMatematika, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dominan meliputi miskonsepsi aditif dan subtraktif pada penjumlahan dan pengurangan pecahan, di mana pembilang dan penyebut dioperasikan secara terpisah sebagai bilangan bulat. Miskonsepsi prosedural pada perkalian pecahan, yang ditandai dengan penerapan aturan secara parsial pada bagian penyebut saja, serta miskonsepsi konseptual dan linguistik pada pembagian pecahan, yang bersumber dari kesalahan menerjemahkan bahasa verbal ke dalam simbol matematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi publik di media sosial dapat memperkuat normalisasi kesalahan konsep, sehingga diperlukan penjelasan berbasis teorema dan peningkatan literasi konseptual dalam produksi konten edukasi digital untuk memitigasi distorsi matematika.
Copyrights © 2025