Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis landasan filosofis yang mendasari pengembangan kurikulum matematika di Indonesia pada Kurikulum Merdeka dan kurikulum matematika di Singapura. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data diperoleh dari basis data Crossref dan Semantic Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish, dengan kata kunci “filosofi pendidikan”, “kurikulum matematika”, “kurikulum merdeka”, dan “kurikulum Singapura” dalam rentang publikasi 2021–2025. Dari 319 artikel yang ditemukan, setelah proses seleksi berlapis berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, diperoleh 5 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui sintesis temuan dan visualisasi menggunakan VOSviewer dan WordCloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis kurikulum matematika di Indonesia dan Singapura sama-sama berakar pada pragmatisme, konstruktivisme, dan humanisme, namun berbeda dalam penerjemahannya. Landasan filosofis tersebut tercermin dalam komponen kurikulum matematika. Tujuan kurikulum matematika di Indonesia berorientasi pada abad 21 dan penguatan karakter. Sedangkan di Singapura pengembangan konsep, kemampuan metakognitif, serta kesiapan menghadapi tantangan modern. Konten materi di Indonesia meliputi bilangan, aljabar, geometri, hubungan dan fungsi, statistika dan peluang, serta kalkulus, sedangkan di Singapura meliputi bilangan, algebra, geometri, dan statistika. Pendekatan pembelajaran di Indonesia menggunakan pendekatan kontekstual dengan mengintegrasikan proyek kolaboratif, sedangkan di Singapura menggunakan Concrete Pictorial Abstract (CPA), model drawing, bar model, dan pembelajaran berbasis penguasaan. Indonesia dan Singapura memiliki asesmen yang sama yaitu formatif dan sumatif, namun dengan orientasi tujuan yang berbeda.