Keterampilan Motorik Halus merupakan keterampilan penting dalam pengembangan anak usia dini dan perlu dikembangkan. Model Pembelajaran yang mendorong perkembangan keterampilan motorik halus anak meliputi keterlibatan aktif anak dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek telah diterapkan pada kegiatan seperti membuat celengan, kolase, merangkai manik-manik, dan mendekorasi ruang kelas. Namun, beberapa anak masih memiliki kekurangan dalam koordinasi mata dan tangan, ketepatan ketangkasan jari, dan kerapian hasil kerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini secara efektif, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan berfokus pada Gambaran komprehensif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Data kemudian di analisis secara sistematis menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian, guru menunjukan bahwa Implementasi model pembelajaran berbasis proyek memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak melalui aktivitas yang melatih ketelitian, koordinasi jari dan kreativitas.
Copyrights © 2026