Artikel ini mengkaji dramaturgi resistensi perempuan dalam pertunjukan Senja dengan Dua Kematian karya Kirdjomulyo dengan menempatkan tubuh, emosi, dan tindakan performatif sebagai medium utama pembentukan makna. Penelitian berfokus pada transformasi karakter Wijasti sebagai representasi perempuan yang mengalami tekanan sosial, moral, dan struktural dalam sistem patriarki, serta bagaimana pengalaman traumatis tersebut dimanifestasikan melalui praktik pementasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian dramaturgi dan naratif, melalui analisis terhadap struktur dramatik pertunjukan, relasi tubuh dan dialog, serta interpretasi aktor di atas panggung. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi Wijasti tidak hanya terjadi pada tataran naratif, tetapi diwujudkan secara performatif melalui perubahan gestur, ekspresi vokal, ritme permainan, dan pengolahan ruang panggung. Praktik dramaturgi tersebut membentuk resistensi simbolik terhadap nilai-nilai patriarkal yang menindas, sekaligus menghadirkan kesadaran eksistensial perempuan sebagai subjek yang berdaya. Kajian ini menegaskan bahwa pertunjukan Senja dengan Dua Kematian berfungsi sebagai ruang artikulasi perlawanan perempuan dan wacana kritis terhadap ketimpangan kekuasaan dalam ranah domestik dan sosial melalui bahasa seni pertunjukan.
Copyrights © 2025