Latar Belakang: Fenomena penyalahgunaan aset merupakan kasus tertinggi kedua yang berkontribusi pada kerugian negara. Meskipun beberapa literatur telah mengeksplorasi faktor-faktor determinan tindak kecurangan dalam pandangan fraud hexagon, eksplorasi pada fenomena fraud asset missappropriation / penyalahgunaan aset pada konteks pemerintah daerah belum banyak dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kecurangan fraud asset missappropriation dalam pandangan teori fraud hexagon pada pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode Penelitian: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 263 data. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan mengadopsi teori fraud hexagon. Penelitian ini menurunkan delapan hipotesis yang diuji dengan menggunakan alat analisis SEM-PLS melalui aplikasi SmartPLS v.3.0. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial satisfaction, capability, asimetri informasi, dan efektivitas mekanisme pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap fraud asset misappropriation. Namun demikain political skill berpengaruh positif terhadap fraud asset misappropriation, serta integritas, moralitas, dan penegakan hukum berpengaruh signifikan negatif terhadap fraud asset misappropriation.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini mengembangkan literatur mengenai fraud hexagon pada konteks fraud asset missappropriation di lingkungan pemerintahan daerah.
Copyrights © 2025