Fathmaningrum, Erni Suryandari
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EXPLORING PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM FOR LECTURER (PMSL): COMPARISON AMONG THREE MODELS IN INDONESIA, SINGAPORE AND TURKEY Sofyani, Hafiez; Nazaruddin, Ietje; Putri, Caesar Marga; Fathmaningrum, Erni Suryandari
Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Vol 9, No 3: Jurnal Reviu Akuntansi Dan Keuangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1425.967 KB) | DOI: 10.22219/jrak.v9i3.9639

Abstract

This study aims at exploring the Performance Measurement System for Lecturer (PMSL) through a comparison study in three countries, namely Indonesia (MY), Singapore (IT), and Turkey (IMU). We uses multiple case study approach by conducting a comparative study. The data are obtained mainly using interview. Those lecturers assuming some offices and play some roles in formulating the lecturer performance policy are chosen to be this study’s informants, they are: Management and Organization Chair, Chairman of the university senate, Vice Rector for Academic Affair, and Member of Information Systems Audit Control. The results reveal that there are different PMSL patterns from the three research objects, i.e. MY (Indonesia), IT (Singapore) and IMU (Turkey). MY have fairly aggressive PMSL policy as compared to the other two campuses since they have to work harder to improve the performance of their lecturers who in this case have relatively lesser academic experiences at international level. MY reward special incentives for certain performance target and hold a science camp mentoring to improve their lecturers’ capabilities. Meanwhile, IT perform PMSL by classifying lecturer’s performance measurement into two tracks, namely teaching and research tracks. This makes lecturers more focused on and satisfied with their job, and eventually leads to an optimal performance level. Additionally, at IMU Turkey, to achieve lecturer optimal performance, the university prepares a policy related to three aspects: pedagogic (mentoring), knowledge management, and administration easiness. This research result is expected to give real contribution to the refinement of PMSL policy model at universities in Indonesia to allow it to trigger globally-competitive lecturer performance improvement (Global Achievement). This study explains how PMSL as a derivative of goal setting theory is effectively successfully implemented at a University in three different countries which in this case have different organizational cultures.
PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN, AKUNTABILITAS, TEKANAN EKSTERNAL, PENGENDALIAN INTERNAL, DAN KOMITMEN MANAJEMEN TERHADAP PENERAPAN TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta) Fathmaningrum, Erni Suryandari; Mukti, Giri Bimo
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v5i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketidakpastian lingkungan, akuntabilitas, tekanan eksternal, pengendalian internal, dan komitmen manajemen terhadap penerapan transparansi pelaporan keuangan pada organisasi perangkat daerah kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria sampel pada penelitian ini adalah Organisasi Perangkat Daerah yang berbentuk dinas, dan badan keuangan aset daerah dengan total 103 Organisasi Perangkat Daerah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Uji Hipotesis pada penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan menggunakan aplikasi software SPSS v.15. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakpastian lingkungan, akuntabilitas, tekanan eksternal, pengendalian internal, dan komitmen manajemen berpengaruh positif terhadap penerapan transparansi pelaporan keuangan
Fraud Pentagon and Fraudulent Financial Reporting: Evidence from Manufacturing Companies in Indonesia and Malaysia Fathmaningrum, Erni Suryandari; Anggarani, Gupita
Journal of Accounting and Investment Vol 22, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.103 KB) | DOI: 10.18196/jai.v22i3.12538

Abstract

Research aims: This study aims to examine the influence of fraud pentagon concept on fraudulent financial reporting.Design/Methodology/Approach: This study’s population was manufacturingcompanies listed in Indonesia Stock Exchange and Malaysia Stock Exchange. 120 manufacturing companies in Indonesia and 118 manufacturing companies in Malaysia were involved as samples. The data analysis method used in this study is multiple linear regression.Research findings: The results showed that financial target, financial stability, quality of external auditor, external pressure, and nature of industry variables influenced fraudulent financial reporting. In contrast, personal financial need, ineffective monitoring, change in auditor, change in director, and frequent number of CEO’s pictures variables had no effect on fraudulent financial reporting. For Indonesia, it was found that financial target, financial stability, and the quality of external auditor influenced fraudulent financial reporting. While, in Malaysia, the results showed that financial stability, external pressure, and nature of industry variables influenced fraudulent financial reporting in Malaysia.Theoretical contribution/Originality: These results support the financial target and quality of external auditor hypothesis in Indonesia, financial stability hypothesis in Indonesia and Malaysia, external pressure and nature of industry hypotheses in Malaysia, stating that fraud pentagon factors affect fraudulent financial reporting. It is also proved that there are different levels of fraudulent financial reporting in Indonesia and Malaysia. Indonesia has fraudulent financial reporting cases higher than Malaysia.
Determinan Fraud Asset Misappropriation Dalam Perspektif Teori Fraud Hexagon di Pemerintah Daerah Fathmaningrum, Erni Suryandari; Indrasari, Arum; Widyasari, Inadyuta; Kusbandiyah, Ani; Putra, Adli Zuliansyah
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 3 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v9i3.29494

Abstract

Latar Belakang: Fenomena penyalahgunaan aset merupakan kasus tertinggi kedua yang berkontribusi pada kerugian negara. Meskipun beberapa literatur telah mengeksplorasi faktor-faktor determinan tindak kecurangan dalam pandangan fraud hexagon, eksplorasi pada fenomena fraud asset missappropriation / penyalahgunaan aset pada konteks pemerintah daerah belum banyak dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kecurangan fraud asset missappropriation dalam pandangan teori fraud hexagon pada pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode Penelitian: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 263 data. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan mengadopsi teori fraud hexagon. Penelitian ini menurunkan delapan hipotesis yang diuji dengan menggunakan alat analisis SEM-PLS melalui aplikasi SmartPLS v.3.0. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial satisfaction, capability, asimetri informasi, dan efektivitas mekanisme pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap fraud asset misappropriation. Namun demikain political skill berpengaruh positif terhadap fraud asset misappropriation, serta integritas, moralitas, dan penegakan hukum berpengaruh signifikan negatif terhadap fraud asset misappropriation.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini mengembangkan literatur mengenai fraud hexagon pada konteks fraud asset missappropriation di lingkungan pemerintahan daerah.
Determinan Efisiensi Investasi dengan Risiko Litigasi sebagai Variabel Moderasi Fathmaningrum, Erni Suryandari; Dewi, Dinda Rintania
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v5i2.12748

Abstract

Latar Belakang:Pada tahun 2020, BPS menyatakan laju pertumbuhan PDB sektor manufaktur mengalami penuruan sebesar -2,93 dibanding tahun 2019 yaitu sebesar 3,80. Penurunan laju pertumbuhan PDB yang dialami perusahaan sektor manufaktur merupakan dampak dari Covid-19 yang sedang melanda dunia. Penurunan laju pertumbuhan PDB perusahaan sektor manufatur berpengaruh terhadap tingkat efisiensi investasi yang dilakukan perusahaan.Tujuan:Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji pengaruh kualitas laporan keuangan, konservatisme, debt maturity dan sustainability reporting terhadap efisiensi investasi dengan risiko litigasi sebagai variable moderasi.Metode Penelitian:Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu Regresi Linear Berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA).Hasil Penelitian:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan, konservatisme, dan debt marurity berpengaruh positif terhadap efisiensi investasi. Sementara sustainability reporting tidak berpengaruh terhadap efisiensi investasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa risiko litigasi memperkuat pengaruh positif kualitas laporan keuangan dan debt maturity terhadap efisiensi investasi.Keterbatasan Penelitian:Penelitian ini memiliki keterbatasan hanya berfokus pada perusahaan sektor manufaktur saja dan hanya menguji pengaruh kualitas laporan keuangan, konservatisme, debt maturity, dan sustainability reporting terhadap efisiensi investasiKeaslian/Novetly Penelitian:Penelitian ini memiliki pembaharuan yaitu menambahkan risiko litigasi sebagai variabel moderasi. Hal ini dikarenakan hasil penilitian yang tidak konsisten memungkinkan terdapat faktor lain yang mempengaruhi efisiensi investasi.
Determinan Akuntabilitas Laporan Keuangan Non Laba dengan Komitmen Organisasi Sebagai Pemoderasi Masjid Kota Yogyakarta Yani, Indah; Fathmaningrum, Erni Suryandari
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v7i1.16766

Abstract

Latar Belakang: Pada Era Society 5.0 topik yang dibahas dan ditangani tidak hanya pada organisasi laba namun organisasi non laba (masjid) juga memiliki peran penting. Informasi yang disampaikan pada web SIMAS (Sistem Informasi Masjid) belum menampilkan informasi keuangan, sedangkan dari beberapa tanggapan masyarakat mengenai penyampaian laporan keuangan masjid masih sangat sederhana. Sehingga dimungkinkan ada faktor yang dapat mempengaruhi pengurus masjid dalam menyiapkan dan menyampaikan informasi keuangan.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia (SDM), sistem pengendalian internal, pemanfaatan teknologi informasi, peran stakeholder, dan standar pengelolaan terhadap kualitas laporan keuangan dengan komitmen organisasi sebagai pemoderasi. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan kuesioner dari pengurus masjid. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi SDM tidak berpengaruh, sedangkan sistem pengendalian internal, peran stakeholder dan standar pengendalian berpengaruh. Keterbatasan Penelitian: Keterbatasan yang dijumpai dalam penelitian ini adalah penelitian mengenai organisasi nonlaba masjid masih jarang diteliti sehingga sulit mendapatkan referensi literatur, dan peneliti hanya berfokus pada masjid yang berada dilingkungan kota. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini membuktikan bahwa peran stakeholder dan standar pengelolaan mampu meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan masjid. Sehingga pengurus masjid perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenai pembuatan laporan keuangan yang sesuai standar dan mudah dipahami masyarakat.
Determinan Intensi Melakukan Whistleblowing dengan Retaliasi dan Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi Baruwati, Fitriani; Fathmaningrum, Erni Suryandari
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v7i2.19945

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh personal cost, tingkat keseriusan kecurangan, sikap, kontrol perilaku, profesionalisme, dukungan organisasi dan retaliasi terhadap intensi melakukan whistleblowing.Metode Penelitian: Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran survei kuesioner dengan metode purposive sampling, yaitu minimal telah bekerja selama 1 tahun. Subjek pada penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara yang bekerja di DPUPKP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini sebanyak 97 responden. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan SEM PLS melalui aplikasi smartpls 4.0. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa personal cost, tingkat keseriusan kecurangan, sikap, profesionalisme berpengaruh terhadap intensi melakukan whistleblowing. Kemudian retaliasi memperlemah pengaruh profesionalisme terhadap intensi melakukan whistleblowing. Sedangkan, kontrol perilaku tidak berpengaruh terhadap intensi melakukan whistleblowing. Sementara itu, dukungan organisasi tidak memperkuat pengaruh sikap maupun kontrol perilaku terhadap intensi melakukan whistleblowing dan retaliasi memperlemah pengaruh profesionalisme terhadap intensi melakukan whistleblowing. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada objek penelitian dimana pada penelitian ini menggunakan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) sebagai objek penelitian dan penambahan variabel dependen seperti personal cost, tingkat keseriusan kecurangan dan profesionalisme serta variabel pemoderasi yaitu retaliasi untuk menguji apakah retaliasi memperkuat atau memperlemah profesionalisme terhadap intensi melakukan whistleblowing.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur: Studi Empiris di Indonesia dan Singapura Fathmaningrum, Erni Suryandari; Renaldo, Muhamad
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v8i2.22049

Abstract

Latar Belakang: Ketatnya persaingan di dunia bisnis mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerjanya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bisnis yang terus berinovasi akan memiliki keunggulan daya bersaing yang lebih besar.Tujuan: Penelitian ini menguji adanya pengaruh enterprise resource planning (ERP), leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas perusahaan manufaktur di Indonesia dan Singapura.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Singapura periode tahun 2021-2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 232 perusahaan manufaktur di Indonesia dan 124 perusahaan manufaktur di Singapura. Metode analisis data penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji beda rata-rata dengan menggunakan independent sample t-test.Hasil Penelitian: Leverage, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia dan Singapura, sementara ERP tidak berpengaruh. Penelitian ini juga menemukan perbedaan rata-rata kinerja keuangan perusahaan manufaktur di kedua negara.Keterbatasan Penelitian: Studi ini memiliki keterbatasan, diantaranya hanya berfokus pada industri manufaktur. Keaslian/Novetly Penelitian: Keterbaharuan penelitian ini terletak pada kombinasi penerapan ERP dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia dan Singapura, dengan mengintegrasikan perspektif Teori Agensi dan Teori Sinyal. Penelitian ini juga membahas faktor leverage dan ukuran perusahaan dalam persaingan bisnis global, memberikan kontribusi baru dalam memahami dampak teknologi informasi, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan di kedua negara tersebut.
Pengaruh Tingkat Keseriusan Pelanggaran dan Edukasi terhadap Whistleblowing Intentions dengan Pemahaman sebagai Variabel Pemediasi Fathmaningrum, Erni Suryandari; Pratama, Rizky Aji; Indrasari, Arum
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v9i2.26303

Abstract

Latar Belakang: Kasus pelanggaran dan kecurangan, termasuk korupsi, masih menjadi tantangan utama di berbagai sektor di Indonesia. Di tengah lemahnya penegakan hukum dan kurangnya perlindungan bagi pelapor pelanggaran (whistleblower), sistem pelaporan seringkali tidak optimal. Keadaan ini diperburuk oleh rendahnya pemahaman mengenai whistleblowing, baik di tingkat individu maupun kelembagaan, seperti yang terjadi pada kasus pengadaan proyek Dinas Perhubungan Karawang, yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis pengaruh tingkat keseriusan pelanggaran, edukasi whistleblowing, dan pemahaman whistleblowing terhadap niat pelaporan pelanggaran (whistleblowing intentions) di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Karawang.Metode Penelitian: Sampel penelitian ini adalah pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Karawang yang berjumlah 120 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM)Hasil Penelitian: Edukasi whistleblowing dan pemahaman whistleblowing berpengaruh signifikan terhadap niat whistleblowing. Tingkat keseriusan pelanggaran tidak berpengaruh langsung, namun berpengaruh secara tidak langsung melalui pemahaman whistleblowing (full mediating). Pemahaman whistleblowing juga memediasi sebagian pengaruh edukasi terhadap niat whistleblowing (partial mediating). Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan pengenalan pemahaman whistleblower sebagai variabel mediasi merupakan aspek baru dari penelitian ini. Tambahan ini memperkaya literatur dengan mengeksplorasi faktor yang sebelumnya kurang dibahas dalam niat whistleblower. Studi ini juga menyoroti peran pendidikan whistleblower dalam meningkatkan pemahaman dan keberanian untuk melaporkan pelanggaran. Fokus pada program pendidikan ini sebagai sarana untuk meningkatkan mekanisme pelaporan merupakan kontribusi unik untuk lapangan.
Religiusitas, Sosialisasi Pajak, Modernisasi Sistem Perpajakan dan Etika Uang: Pengaruhnya terhadap Kepatuhan Pajak UMKM Kusbandiyah, Ani; Fathmaningrum, Erni Suryandari; Winarni, Dwi; Wati, Ratna Kartika; Fakhruddin, Iwan
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v9i2.27814

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan aspek penting bagi perekonomian nasional mengingat kontribusi sektor ini yang signifikan. Namun, tingkat kepatuhan pajak UMKM masih tergolong rendah, terlebih di tengah kebijakan kenaikan PPN menjadi 12%. Faktor-faktor seperti religiusitas, sosialisasi perpajakan, etika uang, dan modernisasi sistem administrasi perpajakan diperkirakan memengaruhi perilaku kepatuhan tersebut.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh religiusitas, sosialisasi perpajakan, etika uang, dan modernisasi sistem administrasi perpajakan terhadap kepatuhan pajak UMKM di Kabupaten Banyumas pasca kenaikan PPN 12%.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan data dari 197 responden UMKM Kabupaten Banyumas. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas, sosialisasi perpajakan, dan modernisasi sistem administrasi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak UMKM, sedangkan etika uang tidak berpengaruh. Pendekatan spiritual dan edukasi pajak meningkatkan kepatuhan pasca kenaikan PPN, sementara penerapan coretax sistem mempermudah pelaporan dan mendukung efektivitas pemenuhan kewajiban pajak. Tidak adanya pengaruh etika uang menunjukkan bahwa persepsi UMKM terhadap uang tidak menjadi faktor penentu kepatuhan pajak.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan variabel modernisasi sistem administrasi perpajakan yang dikaitkan dengan implementasi coretax sistem, memberikan perspektif baru mengenai peran teknologi perpajakan dalam meningkatkan kepatuhan UMKM.