Pendahuluan. Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak negatif terhadap keseimbangan fisik, psikologis, serta sosial mereka. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif. Upaya untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia dapat dilakukan melalui terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah hydrotherapy. Terapi ini memanfaatkan air hangat untuk memberikan efek relaksasi, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan ketegangan otot, serta menstimulasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses tidur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hydroteraphy untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue. Metode. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan non-equivalent control group, populasi sebanyak 35 lansia, teknik purposive sampling, dan jumlah sampel 20 responden yang terdiri dari 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol dengan menggunakan uji statistik non-parametrik wilcoxon. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pre test 20 responden semuanya memiliki kualitas tidur buruk, dan hasil post test dari 10 responden intervensi, 3 memiliki kualitias tidur buruk dan 7 memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 10 responden kontrol tetap memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji statistisk menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas tidur pada kelompok intervensi setelah diberikan hydrotherapy dengan nilai uji Wilcoxon p = 0,008 (p < 0,05). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa bahwa penerapan hidroterapi memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue.
Copyrights © 2026