Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Kegiatan Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah di TK Tunas Kelapa Kelompok B Desa Tinigi Kecamatan Galang Katrina Feby Lestari; Norma Onggang; Ni Nyoman Udiani
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v1i3.2415

Abstract

Around 40% there are still children of pre-school age who have not been able to do their developmental tasks according to their age. In addition, in the kindergarten, finger painting activities have never been done on the soft motor development of pre-school children in Tunas Kelapa Kindergarten Group B Tinigi Village, Galang District. This type of quantitative research with a one group pretest posttest approach, a population of 32 people and a sample of 15 people with purposive sampling technique. Data analysis used the Wilcoxon test, with finger painting as an independent variable and fine motor dependent. The results of the pretest study were 8 respondents (53.3%) suspect and the posttest was 13 respondents (86.7%) normal. The results of bivariate analysis obtained p value 0.014 <0.05, there is an effect of finger painting activities on the soft motor development of pre-school children in Tunas Kelapa Kindergarten Group B Tinigi Village, Galang District. It is hoped that this research can be additional knowledge for parents so they can optimize the development of their children.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Gadget Dengan Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Mepanga Aisyah Fitriany Nur; Ni Nyoman Udiani; Vidya Urbaningrum; Waode Fitrah Sari
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1276

Abstract

Usia 4-6 tahun dapat disebut sebagai anak usia prasekolah dan termasuk dalam masa kanak-kanak. Pada masa ini merupakan masa yang sangat penting dan berarti karena anak akan memasuki lingkungan yang baru dan belum dikenal. Perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal misalnya kondisi fisiologi dan kondisi psikologi, dan faktor eksternal yaitu lingkungan, pola asuh orang tua, pengalaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan gadget dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Negeri 1 Mepanga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif obsevasional analitik, dengan rancangan penelitian Cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunaan porpusive sampiling dengan jumlah sebanyak 46 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua penggunaan gadget dan Format DDST. Hasil penelitian ini menggunaan uji Chi-squeare, diperoleh nilai pengetahuan dan sikap p = 0,000 (p =<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan gadget pada perkembangan anak usia 4-6 tahun. Saran dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan dapat mengembangkan pola asuh yang diberikan kepada anak-anak, dan selalu mengawasi penggunaan gadget yang tepat pada anak-anak.
Hubungan Beban Kerja Dan Beban Akademik Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Non Reguler Tingkat Akhir Di Universitas Widya Nusantara: Penelitian St Hardianti Pratiwi Mt; Ni Nyoman Udiani; Elin Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1155

Abstract

Selain menghadapi tuntutan akademik, seperti penyelesaian skripsi atau tugas akhir, mahasiswa non-reguler juga harus mengelola tanggung jawab pekerjaan yang mereka emban. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan beban kerja dan beban akademik dengan tingkat stres pada mahasiswa non reguler tingkat akhir di Universitas Widya Nusantar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metodologi deskriptif analitik dan desain cross-sectional. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan hubungan antara dua variabel melalui penerapan dua kuesioner, serta menganalisis data menggunakan uji chi-square. Populasi yang menjadi sasaran mencakup 78 mahasiswa non-reguler. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, di mana sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Dengan menggunakan rumus Slovin, sebanyak 44 responden ditetapkan sebagai sampel penelitian. Hasil univariat didapatkan bahwa mahasiswa non reguler memiliki beban kerja sedang sebanyak 39 responden (88,6%), beban akademik sedang sebanyak 31 responden (70,5) dan tingkat stres sedang sebanyak 38 responden (86,4). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dan tingkat stres pada mahasiswa non-reguler tingkat akhir, dengan nilai p sebesar 0,022 (p-value < 0,05). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara beban akademik dan tingkat stres pada mahasiswa non-reguler tingkat akhir Universitas Widya Nusantara, dengan nilai p sebesar 0,085 (p-value > 0,05).
Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Desa Kendek & Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut Maimuna; Ni Nyoman Udiani
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): GJIK - FEBRUARI s/d JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i1.273

Abstract

Kadar asam urat berlebihan dapat disebabkan oleh produksi asam urat yang terlalu banyak di dalam tubuh atau terhambatnya pemrosesan asam urat di dalam tubuh. Jenis makanan yang dikonsumsi, konsumsi alkohol dan obesitas dapat mempengaruhi kelebihan produksi asam urat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat diantaranya yaitu pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dianalisisnya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 617 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 86 responden, dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square diperoleh (p-value = 0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut. Saran diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta mengkaji sekaligus menentukan solusi terbaik mencapai keberhasilan dalam mengatasi asam urat pada lansia dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan melalui posyandu lansia.
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Respon Time Penanganan Cedera Kepala Pada Pasien Di Instalasi Gawat Darurat UPTD RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Andry Kristian; Afrina Januarista; Ni Nyoman Udiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5157

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala merupakan faktor penyumbang signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas di tingkat global, yang terjadi akibat trauma mekanik dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada struktur anatomis mulai dari kulit kepala hingga jaringan otak. Efektivitas penanganan awal di instalasi gawat darurat sangat bergantung pada tingkat pengetahuan perawat.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat dengan respon time penanganan cedera kepala pada pasien di Instalasi Gawat Darurat UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Fisher’s Exact Test. Hasil: Perawat dengan pengetahuan baik sebagian besar memiliki respon time baik (56,3%), sedangkan perawat dengan pengetahuan cukup cenderung memiliki respon time cukup (25%). Nilai p = 0,002 (<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dan respon time penanganan cedera kepala. Saran: Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar peningkatan kompetensi perawat di IGD
Hubungan antara Pengetahuan dan Kebiasaan Mengonsumsi Fast Food Dengan Obesitas pada Usia Remaja di SMA Negeri 3 Palu: Penelitian Mirabela A; Ni Nyoman Udiani; Suaib
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5425

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan berkaitan dengan rendahnya pengetahuan gizi serta tingginya kebiasaan mengonsumsi fast food yang tinggi kalori, lemak, dan gula. Pola makan yang tidak seimbang dapat memicu peningkatan berat badan berlebih dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja di SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 88 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status obesitas ditentukan berdasarkan IMT/U sesuai Permenkes Tahun 2020. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,4%) dan kebiasaan konsumsi fast food tidak sering (54,5%). Status gizi didominasi gizi lebih (53,4%) dan obesitas (46,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan obesitas serta kebiasaan konsumsi fast food dan obesitas (p = 0,001). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan kebiasaan konsumsi fast food berhubungan dengan obesitas remaja. Disarankan sekolah meningkatkan edukasi gizi seimbang dan remaja mengurangi konsumsi fast food.
Hubungan Kebersihan Diri dengan Kejadian Diare Anak Sekolah di SD Kristen Bala Keselamatan Palu : Penelitian Vivit Novelin Kalara; Ni Nyoman Udiani; Ni Nyoman Elfiyunai
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5592

Abstract

Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan kebersihan diri dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kristen Bala Keselamatan Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 sampai dengan 6 di Sekolah Dasar Kristen Bala Keselamatan Palu yang berjumlah 346 orang anak, jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin yaitu 78 responden dengan proportional sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebersihan diri kategori baik sebanyak 47 responden (60,3%), tidak mengalami diare sebanyak 61 responden (78,2%) dan hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,036 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara kebersihan diri dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kristen Bala Keselamatan Palu. Sekolah perlu mengadakan program edukasi rutin tentang kebersihan diri dan pencegahan penyakit menular terutama diare.
PENGARUH PENERAPAN HYDROTHERAPY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI PUSKESMAS TORUE: THE EFFECT OF HYDROTHERAPY ON IMPROVING SLEEP QUALITY AMONG OLDER ADULTS WITH INSOMNIA AT TORUE COMMUNITY HEALTH CENTER Debiana Fransiska Dewi; Sabir; Ni Nyoman Udiani
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.904

Abstract

Pendahuluan. Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh lansia dan dapat berdampak negatif terhadap keseimbangan fisik, psikologis, serta sosial mereka. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif. Upaya untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia dapat dilakukan melalui terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah hydrotherapy. Terapi ini memanfaatkan air hangat untuk memberikan efek relaksasi, melancarkan sirkulasi darah, menurunkan ketegangan otot, serta menstimulasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam proses tidur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hydroteraphy untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue. Metode. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan non-equivalent control group, populasi sebanyak 35 lansia, teknik purposive sampling, dan jumlah sampel 20 responden yang terdiri dari 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol dengan menggunakan uji statistik non-parametrik wilcoxon. Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pre test 20 responden semuanya memiliki kualitas tidur buruk, dan hasil post test dari 10 responden intervensi, 3 memiliki kualitias tidur buruk dan 7 memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 10 responden kontrol tetap memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji statistisk menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas tidur pada kelompok intervensi setelah diberikan hydrotherapy dengan nilai uji Wilcoxon p = 0,008 (p < 0,05). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa bahwa penerapan hidroterapi memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia yang mengalami insomnia di Puskesmas Torue.