Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan sistem informasi media sosial Instagram @canvaindonesia dan pengembangan kemampuan kreator pemula dalam membuat konten digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sistem informasi berbasis digital yang mendukung proses pembelajaran non-formal dan pengembangan kompetensi kreatif. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin yang disusun berdasarkan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) untuk variabel independen dan Theory of Planned Behavior (TPB) untuk variabel dependen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa seluruh dimensi AIDA berada pada kategori tinggi, dengan nilai tertinggi pada aspek Desire (78,3%) dan Interest (71,3%), menandakan efektivitas konten edukatif dalam menarik perhatian dan mendorong tindakan pengguna. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai ? = 0,765 dengan signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kedua variabel. Temuan ini menegaskan bahwa semakin optimal pemanfaatan sistem informasi melalui konten edukatif @canvaindonesia, semakin tinggi pula pengembangan kemampuan kreator pemula dalam aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem informasi berbasis media sosial memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembelajaran non-formal dan peningkatan self efficacy kreator digital.
Copyrights © 2026