Kejang demam merupakan kondisi kegawatdaruratan bidang kesehatan anak yang umum terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan seringkali menimbulkan kepanikan di lingkungan rumah, terutama jika pengetahuan masyarakat masih terbatas. Pada umumnya kejang demam dapat menyebabkan trauma psikologis pada keluarga serta berisiko fatal apabila penanganan awal tidak dilakukan secara tepat. Kasus kejang demam sebagian besar terjadi di rumah, sehingga hal ini menjadikan peran ibu sebagai penolong pertama sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu – ibu Dasawisma Dua PKK RT 23 Perumahan Taman Pondok Jati, Geluran, Taman, Sidoarjo dalam penanganan kegawatan kejang demam balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan redemonstrasi, serta pemantauan melalui WhatssApp Group. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 55% dalam kategori baik. Antusiasme peserta juga terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi, terutama terkait perbedaan kejang demam dan epilepsi serta indikasi medis yang membutuhkan rujukan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan ibu rumah tangga. Edukasi ini tidak hanya bermanfaat bagi individu peserta, tetapi juga menciptakan agen perubahan dalam masyarakat. Disarankan keterlibatan lebih lanjut dari kader posyandu dan perangkat RT/RW guna memperluas dampak edukasi dan memastikan kontinuitas praktik yang telah diajarkan.
Copyrights © 2026