Waktu tunggu pelayanan obat di Unit Farmasi Rawat Jalan RSU BaliMed Karangasem secara konsisten tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), dengan rata-rata 45-60 menit untuk obat non-racikan (standar: 30 menit) dan 75-90 menit untuk obat racikan (standar: 60 menit), yang menjadi keluhan utama pasien. Penelitian tindakan (action research) kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis akar masalah dan merancang strategi perbaikan dengan menerapkan konsep Lean Hospital. Pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi selama 4 bulan mengungkap tiga pemborosan (waste) dominan: waiting (33%) akibat bottleneck verifikasi resep BPJS manual, motion (26%) karena tata letak tidak ergonomis, dan inventory (22% obat kadaluarsa). Analisis Value Stream Mapping (VSM) menunjukkan Process Cycle Efficiency yang sangat rendah, yaitu 22%. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang Future State VSM yang mengintegrasikan tiga strategi utama: (1) Penerapan 5S dan analisis ABC untuk optimalisasi tata letak gudang, (2) Implementasi Sistem Kanban untuk mengelola persediaan obat, dan (3) Integrasi teknologi barcode scanner untuk mempercepat verifikasi resep. Simulasi strategi ini memproyeksikan penurunan waktu tunggu hingga 42-50% dan peningkatan efisiensi proses menjadi 38%. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan roadmap implementasi yang realistis, dengan mempertimbangkan kekuatan komitmen manajemen dan peluang integrasi teknologi, serta mengantisipasi ancaman seperti keterbatasan anggaran dan resistensi perubahan. Disimpulkan bahwa pendekatan Lean Hospital efektif untuk mengidentifikasi dan merancang solusi sistematis dalam menangani inefisiensi waktu tunggu. Penelitian ini merekomendasikan implementasi bertahap, dimulai dari quick wins seperti 5S, diiringi penguatan kapasitas SDM dan integrasi sistem informasi untuk keberlanjutan perbaikan.
Copyrights © 2025