Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan dua konstruk utama yang berperan dalam dinamika dorongan perilaku manusia, yaitu motivasi dan sindrom perilaku apatis. Motivasi diposisikan sebagai kekuatan yang mendorong perilaku berorientasi tujuan dalam konteks pendidikan dan organisasi, dengan penekanan pada dimensi intrinsik dan ekstrinsik serta pengaruh faktor internal dan eksternal. Sebaliknya, perilaku apatis dianalisis sebagai kondisi menurunnya motivasi yang berdampak pada aspek perilaku, emosional, dan sosial, baik pada populasi klinis maupun non-klinis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sebanyak 20 artikel ilmiah yang berasal dari jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta repository resmi dianalisis menggunakan pendekatan tematik dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi dan perilaku apatis merepresentasikan dua kutub dalam satu spektrum dorongan perilaku, di mana rendahnya atau absennya motivasi berpotensi memunculkan kecenderungan apatis. Selain itu, kondisi lingkungan yang kurang mendukung dapat memperparah kedua fenomena tersebut. Implikasi praktis dari sintesis ini menegaskan pentingnya penerapan strategi peningkatan motivasi dalam konteks pendidikan dan organisasi, serta perlunya penggunaan pendekatan asesmen multidimensional dan intervensi yang terarah dalam konteks klinis. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan psikologis, edukatif, dan klinis sebagai upaya untuk memahami dan mengelola dinamika dorongan perilaku manusia secara lebih komprehensif.
Copyrights © 2026