Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) yang bertujuan menganalisis dan mensintesis peran Hakikat Sains (NOS) dan Filsafat Sains sebagai landasan metodologis, epistemologis, dan aksiologis fundamental bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini didasarkan pada identifikasi kesenjangan kritis antara kemajuan ilmiah yang pesat dengan kebutuhan refleksi filosofis yang mendalam, terutama terkait isu etika keilmuan dan tantangan Revolusi Paradigma. Metodologi yang digunakan adalah SLR, berfokus pada artikel jurnal peer-reviewed mutakhir yang diterbitkan dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Data yang terkumpul dianalisis secara Analisis Tematik untuk membangun argumen yang koheren. Hasil kajian menegaskan bahwa Filsafat Ilmu menyediakan kerangka ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang krusial, berfungsi sebagai regulator kualitas untuk meningkatkan validitas penelitian. Secara epistemologis, penguasaan NOS sangat fundamental karena menegaskan sifat ilmu yang tentatif dan melibatkan subjektivitas terikat teori (theory-ladenness). Secara aksiologis, Filsafat Ilmu berperan sebagai instrumen etis dan pendorong Keterampilan Berpikir Kritis yang vital untuk mengevaluasi dampak ilmu dan menantang paradigma lama. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi Filsafat dan Sains harus menjadi landasan untuk membangun ilmu pengetahuan yang tidak hanya benar secara empiris, tetapi juga bijaksana secara moral dan bertanggung jawab sosial.
Copyrights © 2026