Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya pada negara berkembang termasuk Indonesia. Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi berbasis masyarakat yang menekankan edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting melalui edukasi gizi serta pelatihan inovasi pengolahan ikan kembung menjadi produk otak-otak sebagai sumber protein dan asam lemak omega-3. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Katobengke dengan melibatkan 26 ibu yang memiliki balita. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, pembagian leaflet, dan pelatihan pembuatan otak-otak ikan kembung. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden, dari 76,9% kategori baik sebelum intervensi menjadi 96,2% setelah intervensi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05). Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dan inovasi olahan ikan kembung efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita sebagai upaya pencegahan stunting berbasis pangan lokal
Copyrights © 2026