Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan insidensi tertinggi pada perempuan baik secara global maupun nasional. Meskipun prevalensinya lebih tinggi pada usia dewasa, upaya peningkatan literasi deteksi dini perlu dimulai sejak masa remaja sebagai strategi preventif dan pembentukan perilaku kesehatan jangka panjang. Hasil analisis situasi di SMA Kristen Kalam Kudus Medan menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan siswi mengenai faktor risiko, tanda peringatan dini kanker payudara, serta prosedur Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Selain itu, belum terdapat program edukasi kesehatan reproduksi yang terstruktur di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam melakukan deteksi dini kanker payudara melalui edukasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, penggunaan media visual, demonstrasi SADARI, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan peserta dari 15% pada pre-test menjadi 67,7% pada post-test. Selain itu, lebih dari 70% peserta mampu memperagakan langkah-langkah SADARI dengan benar setelah diberikan pendampingan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapsiagaan remaja putri terhadap deteksi dini kanker payudara. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pelibatan aktif pihak sekolah direkomendasikan guna memperkuat perilaku preventif sejak usia remaja.
Copyrights © 2026