Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Kesehatan Letris Indonesia 2 merupakan sekolah yang berada di wilayah rawan banjir saat terjadi peningkatan curah hujan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa belum pernah memperoleh pelatihan kesiapsiagaan bencana, belum memahami prosedur evakuasi yang tepat, serta belum memiliki pengalaman praktik dalam menghadapi kondisi darurat banjir. Selain itu, sekolah juga belum memiliki standar operasional prosedur evakuasi banjir yang teruji melalui simulasi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi edukatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa melalui pelatihan siaga bencana dan simulasi evakuasi banjir di lingkungan sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, penyampaian materi, workshop keterampilan, simulasi evakuasi, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah kegiatan. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah kejuruan bidang kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pelatihan, sebanyak 77% siswa berada pada kategori pengetahuan baik. Penilaian keterampilan praktik saat simulasi juga menunjukkan bahwa 66% siswa mampu melakukan prosedur evakuasi secara mandiri, 28% mampu dengan bimbingan, dan 6% belum mampu. Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesiapsiagaan siswa baik pada aspek pengetahuan maupun keterampilan. Pelatihan dan simulasi siaga bencana banjir terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih tangguh dan responsif terhadap potensi bencana banjir.
Copyrights © 2026