Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman jamaah Majlis Pengajian Ummu Salamah Precet, Ngawi, terhadap makna bacaan zikir pagi dan petang dalam bahasa Arab. Selama ini sebagian besar jamaah hanya melafalkan bacaan secara rutin tanpa mengetahui arti dan kandungan maknanya, sehingga praktik zikir cenderung bersifat verbal dan belum menumbuhkan penghayatan spiritual secara optimal. Program pelatihan ini melibatkan 35 peserta perempuan berusia 30-60 tahun dengan latar belakang pendidikan umum dan merupakan anggota pengajian mingguan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahap, yaitu pengenalan teks zikir dan terjemahan, latihan pelafalan huruf dan lafaz Arab secara benar, pendalaman makna melalui diskusi interaktif yang mengaitkan kandungan zikir dengan konteks religius dan kehidupan sehari-hari, serta evaluasi akhir yang disertai pembagian buku saku berisi tulisan Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan Indonesia sebagai media belajar mandiri. Evaluasi dilakukan melalui observasi performa pelafalan, tes pemahaman sederhana berupa sepuluh pertanyaan lisan terkait makna, dan wawancara singkat mengenai pengalaman spiritual peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap makna zikir, keterampilan pelafalan yang lebih tepat berdasarkan kaidah fonetik dasar, serta meningkatnya motivasi berzikir secara sadar dan terbentuknya suasana kebersamaan dalam majelis, sehingga praktik zikir menjadi lebih bermakna dalam aktivitas ibadah harian.Abstract: This community service program was carried out to improve the understanding of members of the Ummu Salamah Precet Islamic Study Group in Ngawi regarding the meanings of morning and evening dhikr recitations in Arabic. Previously, most participants merely recited the dhikr routinely without knowing its meanings and conceptual content, resulting in verbal practice that did not lead to optimal spiritual internalization. The training program involved 35 female participants aged 30-60, with general educational backgrounds and regular attendance in weekly study sessions. The implementation consisted of four stages: introducing the dhikr texts and their translations, providing exercises on correct articulation of Arabic letters and words, deepening meaning through interactive discussions that linked the content of the dhikr with religious contexts and daily life, and a final evaluation accompanied by the distribution of pocket books containing Arabic script, Latin transliteration, and Indonesian translation as self-study media. Evaluation was conducted through observation of articulation performance, a simple test consisting of ten oral questions related to meaning comprehension, and brief interviews about participants’ spiritual experiences. The results indicated improved understanding of the meanings of the dhikr, greater accuracy in articulation based on basic phonetic principles, and increased motivation to perform dhikr with awareness, along with enhanced group cohesion, thereby making dhikr practice more meaningful in daily worship activities.
Copyrights © 2026