Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi matematis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 33 siswa di SMAN 2 Garut Tahun Ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket resiliensi matematis berbasis skala Likert yang memuat empat indikator, yaitu keyakinan terhadap matematika, kemauan dan kegigihan, keyakinan pada diri sendiri, serta sikap bertahan dan pantang menyerah, yang dilengkapi dengan wawancara terhadap beberapa siswa terpilih. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase tiap indikator dan menginterpretasikannya berdasarkan kategori tingkat resiliensi matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi matematis siswa secara keseluruhan termasuk dalam kategori kuat dengan persentase rata-rata sebesar 79%. Indikator keyakinan terhadap matematika memperoleh persentase tertinggi dengan kategori sangat kuat, sedangkan indikator keyakinan pada diri sendiri menunjukkan persentase terendah meskipun tetap termasuk dalam kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki sikap positif, kegigihan, serta kemampuan bertahan dalam menghadapi kesulitan belajar matematika. Oleh karena itu, penguatan aspek afektif, khususnya kepercayaan diri siswa, perlu terus dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang mendukung dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Copyrights © 2026