Penelitian ini merujuk pada anaisis kemampuan pemecahan masalah materi eksponen dikaji dari sisi tingkat Self-Regulated Learning (SRL). Metode yang diimplementasikan ialah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan tiga instrumen utama: tes pemecahan masalah berbasis indikator Polya, kuesioner SRL yang mencakup aspek-aspek mulai dari perencanaan hingga refleksi, dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi strategi berpikir siswa. Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 siswa SMA yang telah mendapatkan materi eksponen dan dipilih meggunakan teknik purpose sampling. Hasilnya 16 siswa berada pada kategori rendah dalam penerapan SRL. Sebanyak 9 siswa tergolong SRL sedang, sedangkan hanya 5 siswa yang masuk golongan tinggi. Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan yang jelas antara siswa dengan tingkat SRL tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan SRL tinggi mampu menguasai indikator pemecahan masalah secara menyeluruh. Kemudian Siswa dengan SRL sedang menguasai sebagian dari indikator pemecahan masalah, seperti memahami masalah dan menyimpulkan hasil dari permasalahan. Sementara siswa dengan SRL rendah hanya mampu melaksanakan perencanaan penyelesaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tingkat SRL siswa berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah matematika.
Copyrights © 2026