Perilaku tindak kekerasan sesama peserta didik menjadi isu yang banyak terjadi di ruang lingkup pendidikan tinggi pada kampus yang berbasis ketarunaan. Perilaku kekerasan yang melanggar norma aturan akademik merupakan salah satu fenomena masif terjadi yang dikenal sebagai perilaku delinkuen. Persepsi negatif terhadap iklim akademik dan tekanan teman sebaya diduga menjadi penyebab munculnya kecenderungan perilaku delinkuen, sehingga perlu untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan persepsi mahasiswa terhadap iklim akademik dan tekanan teman sebaya terhadap kemunculan perilaku delinkuen pada mahasiswa berbasis ketarunaan. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian ialah mahasiswa kampus X berbasis ketarunaan di Kabupaten Banyuwangi sejumlah 103 mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur ketiga variabel diantaranya, Perception School Climate Scale, Peer Pressure Inventory dan School Delinquency Scale. Metode analisis statistik menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan dan secara simultan konstruk persepsi negatif iklim akademik berkontribusi sebesar 27% dan tekanan teman sebaya berkontribusi 34% terhadap munculnya perilaku delinkuen. Dapat disimpulkan penting bagi perguruan tinggi berbasis ketarunaan untuk menciptakan iklim akademik yang kondusif guna mendukung meningkatkan interaksi positif antara warga sehingga mampu menekan perilaku delinkuen dan terwujud keseimbangan situasi akademik.
Copyrights © 2026