Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki tingkat kelembaban tinggi yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur kulit, termasuk Tinea corporis dan Tinea cruris. Lingkungan asrama seperti pondok pesantren berpotensi meningkatkan risiko penularan akibat kepadatan hunian, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan knowledge, attitude, practice (KAP), personal hygiene, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris pada santri Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, dan pemeriksaan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,386) dan sikap (p=0,369) dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris. Namun terdapat hubungan antara perilaku (p=0,000), personal hygiene (p=0,000), dan sanitasi lingkungan (p=0,000) dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris pada santri.
Copyrights © 2026