Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KAP (KNOWLEDGE, ATTITUDE AND PRACTICE), PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN TINEA CORPORIS DAN CRURIS M Yayan Abdullah; Wiwin Mulianingsih; Suci Nirmala; Lysa Maryam
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ghxvg685

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki tingkat kelembaban tinggi yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur kulit, termasuk Tinea corporis dan Tinea cruris. Lingkungan asrama seperti pondok pesantren berpotensi meningkatkan risiko penularan akibat kepadatan hunian, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan knowledge, attitude, practice (KAP), personal hygiene, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris pada santri Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, dan pemeriksaan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,386) dan sikap (p=0,369) dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris. Namun terdapat hubungan antara perilaku (p=0,000), personal hygiene (p=0,000), dan sanitasi lingkungan (p=0,000) dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian Tinea corporis dan/atau Tinea cruris pada santri.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE, SANITASI LINGKUNGAN, LUAS VENTILASI, DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH MATARAM Yuliastriana; Wiwin Mulianingsih; I Putu Bayu Agus S; Made Ayu Mirah
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/5mhswf14

Abstract

Skabies masih sering ditemukan pada lingkungan hunian padat seperti pondok pesantren. Penularan terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda yang digunakan bersama, dan dipengaruhi oleh perilaku kebersihan serta kondisi lingkungan hunian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan personal hygiene, sanitasi lingkungan, luas ventilasi, dan status sosial ekonomi dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Mataram. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan pada Desember 2023 di Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Mataram. Populasi penelitian adalah seluruh santri MTs dan MA (N=2.611). Sampel sebanyak 106 responden dipilih menggunakan simple random sampling, dengan ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square/Fisher sesuai prasyarat uji, dengan taraf signifikansi p<0,05. Terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dengan kejadian skabies (p=0,002), luas ventilasi dengan kejadian skabies (p=0,037), dan status sosial ekonomi dengan kejadian skabies (p=0,016). Variabel sanitasi lingkungan tidak dapat dievaluasi secara bermakna pada data ini karena tidak terdapat variasi kategori pada responden. Personal hygiene, luas ventilasi, dan status sosial ekonomi berhubungan signifikan dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Edukasi kebersihan diri dan perbaikan ventilasi kamar berpotensi menurunkan kejadian skabies di lingkungan pesantren.