Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki imaturitas fungsi hepar yang dapat meningkatkan risiko hiperbilirubinemia dan ikterus neonatorum. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian analitik observasional berbasis rekam medis dengan desain potong lintang dilakukan pada neonatus yang dirawat di NICU RSUD Provinsi NTB periode Januari–Desember 2021 (N=221). Variabel paparan adalah BBLR (<2500 g) dan variabel outcome adalah ikterus neonatorum (berdasarkan diagnosis/rekam medis). Analisis menggunakan uji Chi-square dan estimasi odds ratio pada α=0,05. Proporsi BBLR sebesar 56,6% (125/221). Ikterus neonatorum ditemukan pada 63,3% (140/221). Terdapat hubungan bermakna antara BBLR dan ikterus neonatorum (p < 0,001), dengan OR=3,59 yang menunjukkan neonatus BBLR memiliki peluang lebih tinggi mengalami ikterus dibanding berat lahir ≥2500 g. BBLR berhubungan signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Provinsi NTB.
Copyrights © 2026