Fenomena tujah sebagai bentuk kekerasan interpersonal di Sumatera Selatan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga menimbulkan konsekuensi psikologis jangka panjang bagi pelakunya setelah menjalani proses hukum dan kembali ke masyarakat. Salah satu dampak yang rentan dialami adalah social anxiety, terutama dalam konteks reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika social anxiety pada mantan pelaku tujah serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dengan desain single case. Partisipan terdiri dari mantan pelaku tujah yang telah menyelesaikan masa hukuman. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya tema utama meliputi ketakutan terhadap penilaian negatif, stigma sosial, kesulitan membangun kembali relasi sosial, serta strategi koping yang digunakan subjek dalam menghadapi social anxiety. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman kriminalitas dan respons sosial pasca-pemidanaan berkontribusi signifikan terhadap munculnya social anxiety. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis dan program pendampingan bagi mantan pelaku kekerasan dalam proses reintegrasi sosial. Abstract The phenomenon of tujah as a form of interpersonal violence in South Sumatra not only affects victims but also has long-term psychological consequences for perpetrators after completing their legal sentences and returning to society. One psychological impact that is particularly vulnerable is social anxiety, especially during social reintegration. This study aims to explore the dynamics of social anxiety among former tujah perpetrators and the contributing factors. This research employed a qualitative approach with a phenomenological method. Participants were former tujah perpetrators who had completed their sentences. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings revealed key themes including fear of negative evaluation, social stigma, difficulties in rebuilding social relationships, and coping strategies used to manage social anxiety. These findings indicate that criminal experiences and post-incarceration social responses significantly contribute to social anxiety. This study provides insights for developing psychological interventions and support programs for former perpetrators during social reintegration.
Copyrights © 2026