Urgensi penelitian ini yaitu bagi siswa untuk dapat belajar secara mandiri, karena hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mempermudah pemahaman materi pembelajaran, sehingga membantu mereka mengembangkan karakter yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model siklus pembelajaran 7e terhadap kemandirian belajar siswa dalam mata pelajaran IPA kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental. Subjek penelitian yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Unter Iwes Sumbawa Besar, yang terdiri dari 2 kelas dengan total 60 siswa, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kuesioner menggunakan skala Likert dengan indikator kemandirian belajar, yaitu inisiatif belajar, tanggung jawab terhadap tugas, kepercayaan diri dalam belajar, kemampuan mengatur waktu belajar, dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri dalam proses belajar. Kedua kelas diberi pretest-posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan nilai rata-rata, simpangan baku, nilai maksimum, dan nilai minimum kemandirian belajar siswa. Selanjutnya, sebelum melakukan uji hipotesis (uji-t), data terlebih dahulu diuji melalui uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil Uji Sampel Independen, ditemukan bahwa kemandirian belajar siswa memperoleh nilai signifikansi 0,342 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model siklus pembelajaran 7e tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII IPA di SMP Negeri 1 Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Hal ini karena siswa terbiasa mengandalkan informasi atau arahan dari guru karena model pembelajaran yang sering digunakan adalah berpusat pada guru.
Copyrights © 2026