Pembelajaran kitab kuning merupakan tradisi intelektual yang menjadi fondasi utama dalam pendidikan pesantren. Di Madrasah Diniyah An-Nur 2, kemampuan baca kitab santri pada awalnya sangat rendah, yaitu hanya sekitar sepuluh persen, sehingga berdampak pada lemahnya daya tangkap dan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa minimnya kesempatan membaca, kurangnya pendampingan intensif, serta belum tumbuhnya dzauq (insting membaca) menjadi faktor utama rendahnya literasi kitab kuning. Sebagai respon atas permasalahan tersebut, madrasah menginisiasi Program Baca Kitab Perpekan, yaitu kegiatan membaca kitab secara rutin setiap pekan dengan pendampingan intensif oleh kepala kamar. Program ini bertujuan menumbuhkan insting membaca, meningkatkan sensitivitas santri terhadap struktur ibarat, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap kandungan kitab kuning. Pengembangan program menggunakan Model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi berkelanjutan, termasuk evaluasi per cawu melalui ujian baca kitab dan monitoring setoran mingguan. Melalui pendekatan sistematis ini, program baca kitab perpekan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi kitab santri secara signifikan serta memperkuat budaya keilmuan di lingkungan pesantren
Copyrights © 2026