Artikel ini mengkaji bagaimana manajemen kelas yang diintegrasikan dengan nilai-nilai moderasi Islam berkorelasi dengan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fikih serta sikap keagamaan mereka di lingkungan Madrasah Tsanawiyah. Moderasi Islam—yang diwujudkan dalam nilai tawassuth, tasamuh, i’tidal, dan tawazun—memberikan kerangka untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan seimbang. Dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan melalui instrumen yang mengukur praktik manajemen kelas moderat, penilaian pembelajaran fikih berdasarkan kitab Fath al-Qarib, serta skala sikap keagamaan siswa yang terinspirasi dari ajaran etika dalam Ta’lim al-Muta’allim. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa manajemen kelas berorientasi moderasi di Madrasah Aliyah telah diterapkan dengan cukup baik. Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran fikih memenuhi standar ketuntasan minimal, dan sikap keagamaan mereka secara umum mencerminkan nilai-nilai moderasi. Uji statistik mengonfirmasi adanya hubungan positif yang signifikan antara manajemen kelas moderat dengan hasil belajar fikih serta sikap keagamaan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai moderasi dalam manajemen kelas tidak hanya berkontribusi pada perkembangan kognitif siswa, tetapi juga berperan dalam membentuk sikap keagamaan yang lebih seimbang dan toleran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam menerapkan praktik pembelajaran moderat direkomendasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang holistik.
Copyrights © 2026