Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengembangkan Kelembagaan Pendidikan Islam Menurut Ahmad Dahlan Ita Fatmawati; Muhammad Arif Syihabuddin; Fithrotul Fitri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4304

Abstract

Pengembangan kelembagaan pendidikan Islam merupakan agenda strategis dalam merespons tantangan pendidikan Islam kontemporer, seperti menguatnya polarisasi identitas, lemahnya tata kelola institusi, serta kebutuhan akan model pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis pemikiran Ahmad Dahlan tentang pengembangan kelembagaan pendidikan Islam serta relevansinya bagi penguatan pendidikan Islam moderat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap karya-karya Ahmad Dahlan dan berbagai kajian ilmiah yang membahas pemikiran serta praktik pendidikan Muhammadiyah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Dahlan merumuskan model kelembagaan pendidikan Islam yang menekankan integrasi ilmu pengetahuan, pembaruan sistem manajemen kelembagaan, dan orientasi aksi sosial sebagai ruh pendidikan. Model ini menempatkan lembaga pendidikan Islam tidak hanya sebagai pusat transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang menumbuhkan sikap keberagamaan yang rasional, toleran, dan bertanggung jawab secara sosial. Dengan demikian, pemikiran Ahmad Dahlan memberikan landasan strategis bagi pengembangan kelembagaan pendidikan Islam yang moderat, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Ketimpangan Akses Pendidikan Agama dan Implikasinya terhadap Mobilitas Sosial: (Analisis Perspektif Teori Konflik) Ita Fatmawati; Maftuh
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4311

Abstract

Ketimpangan akses terhadap pendidikan agama masih menjadi persoalan yang mengemuka dalam sistem pendidikan di Indonesia. Meskipun pendidikan agama diposisikan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan nilai moral peserta didik, realitas di lapangan menunjukkan adanya perbedaan kualitas dan kesempatan belajar yang dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi, kebijakan pendidikan, serta distribusi sumber daya yang tidak merata. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji ketimpangan akses pendidikan agama dengan menggunakan perspektif teori konflik, serta menganalisis implikasinya terhadap mobilitas sosial dalam masyarakat. Penulisan makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah pemikiran tokoh-tokoh teori konflik, seperti Karl Marx, Max Weber, dan Pierre Bourdieu, serta berbagai hasil penelitian kontemporer dalam bidang sosiologi pendidikan dan pendidikan agama Islam. Kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi ajaran dan nilai keagamaan, tetapi juga berperan sebagai modal sosial dan kultural yang dapat memengaruhi posisi sosial individu. Ketimpangan dalam akses dan mutu pendidikan agama berpotensi memperkuat stratifikasi sosial dan membatasi peluang mobilitas sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Oleh karena itu, pemerataan pendidikan agama perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial. Tanpa kebijakan yang inklusif dan berorientasi pada pemerataan kualitas, pendidikan agama berisiko menjadi sarana reproduksi ketimpangan sosial, bukan sebagai instrumen pemberdayaan dan peningkatan mobilitas sosial.
Pengelolaan Kelas Berbasis Moderasi Islam dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Fikih serta Sikap Keagamaan Peserta Didik Ita Fatmawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4628

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana manajemen kelas yang diintegrasikan dengan nilai-nilai moderasi Islam berkorelasi dengan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fikih serta sikap keagamaan mereka di lingkungan Madrasah Tsanawiyah. Moderasi Islam—yang diwujudkan dalam nilai tawassuth, tasamuh, i’tidal, dan tawazun—memberikan kerangka untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan seimbang. Dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan melalui instrumen yang mengukur praktik manajemen kelas moderat, penilaian pembelajaran fikih berdasarkan kitab Fath al-Qarib, serta skala sikap keagamaan siswa yang terinspirasi dari ajaran etika dalam Ta’lim al-Muta’allim. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa manajemen kelas berorientasi moderasi di Madrasah Aliyah telah diterapkan dengan cukup baik. Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran fikih memenuhi standar ketuntasan minimal, dan sikap keagamaan mereka secara umum mencerminkan nilai-nilai moderasi. Uji statistik mengonfirmasi adanya hubungan positif yang signifikan antara manajemen kelas moderat dengan hasil belajar fikih serta sikap keagamaan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai moderasi dalam manajemen kelas tidak hanya berkontribusi pada perkembangan kognitif siswa, tetapi juga berperan dalam membentuk sikap keagamaan yang lebih seimbang dan toleran. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam menerapkan praktik pembelajaran moderat direkomendasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang holistik.